Harga Pangan: Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Terus Melonjak

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:05:19 WIB
Harga Pangan: Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Terus Melonjak

JAKARTA - Harga pangan strategis di Indonesia terus mencatatkan angka yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir, dengan beberapa komoditas utama mengalami kenaikan yang cukup tinggi. 

Salah satu yang paling menonjol adalah harga cabai rawit merah, yang tercatat pada angka Rp88.600 per kilogram, diikuti oleh telur ayam ras yang mencapai Rp32.200 per kilogram. 

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia merilis data terbaru mengenai harga-harga pangan ini pada Rabu pagi, mencatatkan tren harga komoditas pangan yang semakin mengkhawatirkan bagi masyarakat.

Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Ras

Di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, harga cabai rawit merah yang kini tercatat Rp88.600 per kilogram menjadi sorotan utama. Kenaikan harga cabai ini memberi dampak besar pada konsumsi masyarakat yang terbiasa menggunakan bahan pangan pedas dalam berbagai masakan. 

Tidak hanya cabai rawit merah, harga bahan pokok lainnya, seperti telur ayam ras, juga mengalami lonjakan harga. Telur ayam yang sebelumnya lebih terjangkau, kini dibanderol dengan harga Rp32.200 per kilogram.

Berdasarkan informasi dari PIHPS, harga pangan ini tercatat pada level pedagang eceran yang ada di seluruh Indonesia, menunjukkan adanya ketidakseimbangan pasokan dan permintaan yang mempengaruhi harga di pasar. 

Meskipun pemerintah telah berupaya melakukan pengendalian harga pangan, faktor-faktor eksternal seperti cuaca yang tidak menentu dan ketidakstabilan pasokan dari daerah penghasil bahan pangan turut mempengaruhi lonjakan harga ini.

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Terus Mengalami Kenaikan

Tak hanya cabai rawit merah, komoditas penting lain seperti bawang merah dan bawang putih juga menunjukkan tren harga yang tinggi. Bawang merah saat ini dijual dengan harga Rp48.100 per kilogram, sedangkan bawang putih dipatok dengan harga Rp41.150 per kilogram. 

Kenaikan harga bawang merah dan bawang putih ini juga menambah beban belanja rumah tangga yang selama ini sudah terbebani dengan harga cabai dan telur yang tinggi.

Peningkatan harga bawang merah dan bawang putih ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah gangguan pada distribusi akibat cuaca buruk dan fluktuasi harga dari petani atau pemasok. Selain itu, harga bawang putih yang dipengaruhi oleh impor juga ikut memberikan dampak pada peningkatan harga yang terjadi saat ini.

Beras dan Daging: Peningkatan Harga yang Tidak Terelakkan

Selain cabai dan telur, harga beras juga menjadi perhatian penting bagi banyak kalangan. Berdasarkan data yang dirilis oleh PIHPS, harga beras kualitas bawah I tercatat di angka Rp14.600 per kilogram, sementara untuk beras kualitas medium I, harga yang dibanderol adalah Rp16.350 per kilogram. 

Kenaikan harga beras ini tentu menjadi masalah besar bagi keluarga Indonesia, yang menjadikan beras sebagai bahan makanan utama sehari-hari.

Harga daging juga tidak kalah mengalami kenaikan. Daging ayam ras kini dijual dengan harga Rp43.100 per kilogram, sementara harga daging sapi kualitas I telah mencapai angka Rp146.000 per kilogram, dan untuk daging sapi kualitas II tercatat Rp138.750 per kilogram. 

Lonjakan harga daging ini tentu mempengaruhi daya beli masyarakat, terlebih pada kalangan kelas menengah yang rutin mengkonsumsi daging sebagai sumber protein dalam diet mereka.

Minyak Goreng dan Gula Pasir: Tidak Ada Tanda Penurunan

Selain komoditas bahan pangan pokok seperti cabai, telur, bawang, dan daging, beberapa bahan pokok lainnya seperti minyak goreng dan gula pasir juga mengalami perubahan harga yang signifikan. 

Minyak goreng curah kini dijual dengan harga Rp18.900 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek I berada di kisaran harga Rp22.500 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek II dipatok dengan harga Rp21.500 per liter. 

Kenaikan harga minyak goreng ini tentu menjadi sorotan karena minyak goreng merupakan bahan penting dalam setiap masakan yang digunakan oleh hampir semua rumah tangga di Indonesia.

Selain minyak goreng, gula pasir juga mengalami peningkatan harga, baik itu untuk kualitas premium maupun lokal. Harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.350 per kilogram, sementara gula pasir lokal dibanderol dengan harga Rp18.150 per kilogram. 

Kenaikan harga ini tentu memberi dampak langsung pada harga makanan dan minuman, mengingat gula pasir adalah bahan penting dalam industri kuliner dan pembuatan minuman.

Tantangan Inflasi dan Pengendalian Harga Pangan

Dengan terus meningkatnya harga pangan yang terjadi di berbagai sektor, tantangan besar kini dihadapi oleh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di kalangan menengah ke bawah. Kenaikan harga pangan, mulai dari cabai rawit merah, telur ayam, bawang, hingga daging, mempengaruhi daya beli dan kesejahteraan banyak keluarga. 

Pemerintah dan pihak terkait perlu memperhatikan masalah ini dengan serius untuk memastikan bahwa harga-harga pangan tetap terjangkau dan pasokan tetap stabil. Sebab, inflasi yang tinggi akibat harga pangan yang terus melambung bisa memicu ketidakstabilan ekonomi dan meningkatkan kesulitan hidup bagi banyak orang.

Sementara itu, penting bagi masyarakat untuk tetap bijak dalam mengelola pengeluaran rumah tangga, serta mengikuti perkembangan harga pangan untuk mengantisipasi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah diharapkan dapat lebih aktif dalam mengontrol harga pangan agar tidak berlarut-larut dan memberikan dampak negatif yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Terkini