BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:00:56 WIB
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia

JAKARTA - Perubahan dinamika atmosfer kembali memicu potensi cuaca signifikan di berbagai daerah Indonesia. 

Menjelang akhir pekan, masyarakat di sejumlah wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan dengan intensitas tinggi. Informasi ini disampaikan sebagai langkah antisipasi agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan sejak dini.

Peringatan Cuaca dan Wilayah Terdampak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat di sembilan wilayah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada Jumat, 20 Februari 2026.

Wilayah yang mendapat perhatian khusus antara lain Banten yang diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi. Sementara itu, kawasan Jakarta yang termasuk sebagian besar Pulau Jawa diperkirakan hanya mengalami hujan ringan.

Peringatan cuaca signifikan ini dikeluarkan sebagai dampak langsung dari dinamika atmosfer yang sedang aktif. Perubahan pola angin dan tekanan udara menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara luas. Situasi tersebut membuat sejumlah daerah berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam waktu bersamaan.

Wilayah Banten menjadi sorotan utama karena adanya sistem sirkulasi siklonik di Samudra Hindia Barat Daya. Sistem ini memicu pertumbuhan awan hujan secara masif di sekitarnya dan meningkatkan potensi curah hujan tinggi. Dampaknya dapat dirasakan di wilayah daratan maupun perairan sekitar.

Penjelasan BMKG tentang Sirkulasi Siklonik

Prakirawan BMKG, Nazmi N, menjelaskan bahwa sirkulasi siklonik terpantau di dua titik utama. Dua titik tersebut berada di Samudra Hindia Barat Daya Banten dan di wilayah Kalimantan Barat. Sistem ini memicu pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari perairan Banten hingga selatan Jawa Barat.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," tutur Nazmi dalam siaran BMKG. Penjelasan ini menegaskan bahwa fenomena atmosfer tersebut berkontribusi langsung terhadap peningkatan intensitas hujan. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diminta lebih waspada.

Selain dua titik utama tersebut, area konvergensi juga memanjang di sejumlah wilayah perairan lainnya. Wilayah itu meliputi Selat Malaka hingga pesisir timur Aceh serta Laut China Selatan menuju Laut Natuna. Area tersebut turut memperkuat potensi pembentukan awan hujan di beberapa provinsi.

Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Petir

BMKG juga mendeteksi daerah konvergensi di perairan selatan Kalimantan Selatan hingga perairan utara Gorontalo, Maluku, dan Papua Selatan. Selain itu, konfluensi terpantau di Laut Andaman, Laut Jawa bagian tengah hingga Bali, serta Laut Halmahera sampai Sulu. Kombinasi berbagai sistem atmosfer ini memperbesar peluang terjadinya hujan lebat dan petir.

Berikut rincian wilayah yang berpotensi terdampak cuaca signifikan berdasarkan kategori intensitas. Hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Banten, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan. Sementara itu, hujan petir bagian barat berpotensi terjadi di Bengkulu, Yogyakarta, dan Palangkaraya.

Untuk wilayah bagian timur, hujan petir diprakirakan melanda Manado dan Palu. Hujan lebat secara khusus juga berpotensi turun di Merauke. Peringatan ini dikeluarkan agar masyarakat dapat melakukan langkah pencegahan sejak awal.

Posisi Jakarta dan Kota-Kota Besar

Meskipun berbatasan langsung dengan Banten yang berstatus waspada hujan lebat hingga sangat lebat, Jakarta tidak termasuk kategori cuaca ekstrem. Berdasarkan data BMKG, kawasan ibu kota tergolong dalam kategori sebagian besar Pulau Jawa dengan prakiraan hujan ringan. Kondisi ini relatif lebih aman dibandingkan wilayah lain yang mengalami peningkatan intensitas curah hujan.

Hujan ringan juga diprakirakan membasahi sebagian besar wilayah Kalimantan. Kota-kota seperti Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Pangkalpinang, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, dan Jayawijaya berada dalam kategori serupa. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di Semarang, Mamuju, dan Jayapura.

BMKG juga memprakirakan kondisi berawan tebal terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Palembang, Denpasar, dan Mataram. Selain itu, kondisi udara kabur dilaporkan terjadi di Padang. Masyarakat diminta terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Terkini