Menhub Dorong Masjid Berperan Aktif Sebagai Titik Istirahat Pemudik

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:11:08 WIB
Menhub Dorong Masjid Berperan Aktif Sebagai Titik Istirahat Pemudik

JAKARTA - Mudik Lebaran selalu menjadi momen yang ditunggu oleh jutaan masyarakat Indonesia. 

Pemerintah tengah mempersiapkan strategi agar perjalanan pemudik berjalan aman dan nyaman. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan rumah ibadah sebagai titik istirahat selama perjalanan panjang.

Sinergi Kemenhub dan Kemenag untuk Pemudik

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama guna mendukung kelancaran mudik 2026. Salah satu pembahasan penting adalah pemanfaatan masjid sebagai rest area bagi pengguna kendaraan pribadi. 

“Melalui pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman,” kata Dudy.

Koordinasi ini mencerminkan sinergi antara dimensi mobilitas dan spiritual. Dudy menekankan pentingnya menyediakan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, air bersih, penerangan, dan ruang istirahat. Fasilitas ini diharapkan bisa membuat pemudik tetap bugar dan aman hingga tiba di tujuan.

Selain rumah ibadah, Kemenhub juga menyiapkan titik istirahat lain seperti terminal dan jembatan timbang. Penempatan titik ini disesuaikan dengan jalur padat mudik. Langkah ini diharapkan mengurangi kepadatan di beberapa titik kritis sepanjang perjalanan.

Prediksi Mobilitas Pemudik 2026

Survei menunjukkan potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 143 juta orang. Angka ini sedikit menurun dibandingkan survei tahun lalu yang mencatat 146 juta orang. Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan arus mudik.

Mayoritas pemudik diperkirakan melakukan perjalanan untuk mudik dan bersilaturahmi di kampung halaman. Persentasenya mencapai sekitar 66 persen dari total responden survei. “Tahun lalu realisasi pergerakan masyarakat bahkan mencapai sekitar 154 juta orang. Karena itu kami tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan perjalanan masyarakat menjelang hari raya,” ujar Dudy.

Prediksi arus mudik menjadi dasar pemerintah menyiapkan jalur, fasilitas, dan koordinasi antarinstansi. Rencana ini penting agar keselamatan dan kenyamanan pemudik tetap terjaga. Data survei membantu menentukan titik-titik rawan macet atau kebutuhan tambahan rest area.

Pemanfaatan Masjid Sebagai Titik Istirahat

Dudy menekankan bahwa masjid dapat menjadi solusi efektif untuk pemudik. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai lokasi istirahat sementara. Fasilitas dasar yang disediakan seperti toilet, air bersih, dan penerangan menjadi fokus utama.

Dengan adanya rest area di masjid, pemudik bisa mengurangi kelelahan selama perjalanan. Area parkir yang memadai meminimalkan risiko kecelakaan akibat parkir sembarangan. Dudy menambahkan, penyediaan ruang istirahat di masjid membuat pemudik bisa melanjutkan perjalanan dengan segar dan lebih aman.

Selain itu, sinergi dengan pengurus masjid setempat juga penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung. Pemeliharaan fasilitas selama mudik menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pengelola masjid. Hal ini diharapkan menambah kenyamanan sekaligus memaksimalkan fungsi rumah ibadah.

Fasilitas Tambahan untuk Mendukung Mudik

Selain rumah ibadah, Kemenhub menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Terminal dan jembatan timbang di jalur mudik menjadi titik strategis untuk beristirahat dan pengaturan arus kendaraan. Penempatan fasilitas ini mengurangi kepadatan dan membantu kelancaran lalu lintas.

Petugas akan ditempatkan di lokasi strategis untuk mengatur kendaraan. Rambu sementara dan penerangan tambahan akan dipasang untuk menunjang keselamatan. Langkah ini membuat pemudik bisa beristirahat dengan aman dan melanjutkan perjalanan tanpa hambatan.

Koordinasi antara Kemenhub, Kemenag, dan instansi terkait lainnya juga memastikan ketersediaan air bersih, listrik, dan keamanan selama mudik. Semua fasilitas dirancang agar pemudik merasa nyaman, segar, dan aman sepanjang perjalanan. Strategi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk musim mudik berikutnya.

Harapan Pemerintah dan Pesan Menhub

Melalui upaya ini, pemerintah berharap pemudik bisa menempuh perjalanan dengan nyaman dan aman. Dudy menekankan pentingnya memanfaatkan fasilitas rest area dengan bijak. “Kami berharap pemudik dapat menggunakan rest area dengan tertib sehingga semua orang mendapat kesempatan beristirahat dengan nyaman,” ujarnya.

Selain itu, koordinasi lintas kementerian bertujuan mengintegrasikan aspek mobilitas, keselamatan, dan sosial-spiritual. Pemudik yang segar dan aman juga berkontribusi pada kelancaran arus mudik secara keseluruhan. Pemerintah menekankan bahwa setiap fasilitas tambahan harus memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan.

Dengan persiapan ini, diharapkan momentum Idulfitri tetap penuh makna bagi masyarakat. Pemudik dapat menikmati perjalanan tanpa harus khawatir soal fasilitas atau keselamatan. Sinergi yang terbangun menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara kementerian untuk kesejahteraan masyarakat.

Kemenhub menegaskan bahwa pemantauan akan dilakukan secara kontinu sepanjang musim mudik. Petugas dan pengelola fasilitas siap membantu pemudik yang membutuhkan bantuan. Harapannya, setiap pemudik bisa tiba di kampung halaman dengan aman dan nyaman, serta tetap menjaga semangat spiritual Ramadan.

Dengan langkah-langkah strategis ini, perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan menyenangkan. Pemanfaatan masjid sebagai titik istirahat menjadi inovasi penting yang mendukung keselamatan dan kenyamanan pemudik. Semua pihak diharapkan berperan aktif untuk menyukseskan program ini.

Terkini