Permintaan Emas Diproyeksi Meningkat Menjelang Ramadan Dan Idulfitri Tahun Ini

Rabu, 11 Maret 2026 | 14:23:26 WIB
Permintaan Emas Diproyeksi Meningkat Menjelang Ramadan Dan Idulfitri Tahun Ini

JAKARTA - Pergerakan harga emas global kembali menjadi perhatian pasar menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini. Ketidakpastian ekonomi dunia serta memanasnya situasi geopolitik mendorong masyarakat untuk kembali melirik emas sebagai instrumen penyimpan nilai yang relatif aman. Kondisi tersebut juga tercermin dari meningkatnya minat masyarakat terhadap pembelian logam mulia dalam beberapa waktu terakhir.

PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) melihat momentum tersebut sebagai salah satu faktor yang berpotensi mendorong peningkatan permintaan emas di dalam negeri. 

Selain karena kondisi global, faktor musiman yang biasanya terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri juga turut memperkuat minat masyarakat untuk membeli emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun emas batangan.

Perusahaan menilai kombinasi antara sentimen global dan tradisi masyarakat Indonesia dapat menciptakan peluang pertumbuhan permintaan emas dalam periode ini. Kondisi ini juga sejalan dengan tren kenaikan harga emas yang tercatat sepanjang awal tahun.

Dinamika Global Dorong Minat Terhadap Emas

PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) memperkirakan terjadinya peningkatan permintaan produk logam mulia emas menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda mengatakan ketegangan geopolitik global kembali mendorong perhatian pasar terhadap emas. 

Menurut Thendra, dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini kembali menegaskan peran emas sebagai instrumen penyimpan nilai dalam jangka panjang.

Emas Dinilai Tetap Menjadi Aset Penyimpan Nilai

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, seperti konflik geopolitik maupun tekanan inflasi, masyarakat cenderung melihat emas sebagai sarana menabung nilai yang relatif stabil,” ujarnya.

HRTA melihat minat terhadap kepemilikan emas tetap kuat, baik dari masyarakat maupun institusi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa emas masih dipandang sebagai aset yang mampu menjaga nilai kekayaan ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.

Momentum Musiman Perkuat Permintaan Domestik

Di dalam negeri, lanjutnya, momentum musiman turut memperkuat permintaan emas. Perayaan Tahun Baru Imlek yang berdekatan dengan Ramadan dan Idulfitri secara tradisional menjadi periode peningkatan pembelian emas, baik dalam bentuk perhiasan maupun emas batangan.

Menurut Thendra, faktor musiman ini sering kali memberikan dorongan tambahan bagi permintaan emas di pasar domestik.

“Menjelang Idulfitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas pembelian emas. Selain sebagai hadiah, masyarakat juga semakin melihat emas sebagai salah satu cara menabung untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang,” tuturnya.

Harga Emas Naik dan Didukung Cadangan Bank Sentral

Sepanjang Februari 2026, rata-rata harga emas tercatat berada di level US$5.015 per ons atau sekitar Rp2,71 juta per gram. Level itu meningkat 17% secara tahunan dan 6% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Harga emas bahkan ditutup pada level US$5.278 per ons mendekati rekor tertinggi yang tercapai pada Januari lalu.

Sebagai informasi, harga terbaru HRTA Gold per 10 Maret 2026, pukul 08.40 WIB tercatat sebesar Rp2.893.000 per gram. Kenaikan harga emas di pasar domestik juga dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. 

Bank Indonesia mencatat rupiah berada pada kondisi undervalued di tengah ketidakpastian global, sehingga pelemahan mata uang ini turut membuat harga emas menjadi lebih tinggi dalam rupiah meskipun perubahan fundamental di pasar emas global tidak terlalu besar. 

Selain faktor permintaan masyarakat, tren akumulasi emas oleh bank sentral juga menunjukkan sinyal kuat. Bank Indonesia menambah 7 ton emas ke dalam cadangan nasional sepanjang 2025, sehingga total cadangan emas mencapai 85 ton pada akhir tahun tersebut. 

Pembelian kembali sekitar 2 ton emas pada Januari 2026 menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai dalam cadangan negara.

Terkini