JAKARTA - Kelancaran transportasi selama masa mudik dan arus balik Lebaran menjadi salah satu indikator penting keberhasilan koordinasi pemerintah dalam mengelola mobilitas masyarakat.
Setiap tahun, jutaan orang melakukan perjalanan ke berbagai daerah, sehingga pengaturan transportasi harus dilakukan secara matang agar perjalanan tetap aman, tertib, dan nyaman.
Pemerintah pun terus berupaya meningkatkan kualitas layanan angkutan Lebaran melalui koordinasi lintas sektor serta pengawasan langsung di lapangan.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi antara kementerian, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Hasil pemantauan pemerintah menunjukkan bahwa penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini berjalan cukup baik.
Kondisi tersebut dinilai sebagai hasil dari perbaikan sistem transportasi serta kesiapan petugas dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang.
Pemantauan Langsung Angkutan Lebaran Di Lapangan
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan angkutan Lebaran 1447 Hijriah berjalan lancar dan sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini didapati menyusul hasil pemantauan langsung di lapangan.
"Tahun ini harapan kita semua, harapan Bapak Presiden (Prabowo Subianto), (angkutan Lebaran) berjalan lebih baik. Dan ya alhamdulillah sejauh ini terbukti (berjalan lebih baik)," kata Seskab Teddy di sela meninjau arus balik Lebaran di Terminal Pulo Gebang Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 25 Maret 2026.
Seskab menilai penanganan angkutan Lebaran arus mudik dan balik menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan sebelumnya, dengan kondisi perjalanan yang tetap lancar meski terjadi peningkatan mobilitas masyarakat.
Dia menegaskan pemerintah menargetkan kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran terus meningkat setiap tahun, seiring upaya perbaikan sistem dan koordinasi lintas sektor yang dilakukan.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap pengalaman perjalanan masyarakat selama Lebaran dapat terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Arus Mudik Dan Balik Terpantau Kondusif
Menurut dia, kondisi arus mudik sebelumnya telah berjalan lancar, dan pada periode arus balik saat ini juga menunjukkan tren yang sama dengan minimnya gangguan signifikan.
Kelancaran tersebut menunjukkan bahwa sistem pengelolaan transportasi selama periode Lebaran mampu berjalan dengan baik. Meski mobilitas masyarakat meningkat tajam, perjalanan tetap dapat berlangsung relatif tertib.
Teddy menyebutkan terdapat satu titik yang sempat mengalami penumpukan kendaraan, namun kondisi tersebut dapat segera diatasi oleh petugas di lapangan sehingga tidak berdampak luas terhadap kelancaran perjalanan.
Respons cepat dari petugas menjadi faktor penting dalam mengurai kepadatan lalu lintas yang berpotensi menghambat perjalanan masyarakat.
Dia menilai respons cepat dari Kementerian Perhubungan dan Polri menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas arus lalu lintas selama periode Lebaran berlangsung.
Dengan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait, potensi gangguan dapat segera diatasi sebelum menimbulkan kemacetan yang lebih besar.
Pengecekan Fasilitas Transportasi Secara Langsung
Dalam pemantauan langsung, dia memastikan berbagai fasilitas transportasi darat telah diperiksa dan berfungsi dengan baik dalam mendukung mobilitas masyarakat selama arus balik.
Pemeriksaan langsung terhadap fasilitas transportasi menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh sarana pendukung perjalanan masyarakat berada dalam kondisi optimal.
Teddy juga menekankan pentingnya pengecekan langsung di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan, agar pemerintah dapat memahami kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.
Baca Juga: Pantau Arus Balik di Terminal Pulo Gebang, Seskab: Perjalanan Relatif Lancar.
Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memastikan setiap kendala yang muncul dapat segera ditangani secara cepat dan tepat oleh pihak terkait di lapangan.
Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai situasi transportasi selama arus mudik maupun arus balik.
Apresiasi Untuk Petugas Dan Strategi Pengaturan Arus Balik
Dia mengapresiasi kerja seluruh pihak terutama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang turun langsung memantau penyelenggaraan angkutan Lebaran di berbagai moda transportasi, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal selama periode mudik dan balik.
"Tentunya kita tidak mau hanya sebatas laporan, dan beliau (Menteri Perhubungan) sudah cek langsung, lihat sendiri, beliau ke mana saja, cek di seluruh fasilitas darat, laut, udara beliau sudah cek langsung," ucap Teddy.
Sebelumnya, Seskab Teddy didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memantau arus balik Lebaran 1447 Hijriah di Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, guna memastikan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan prediksi puncak arus balik angkutan darat terjadi pada 24–25 Maret 2026, serta kembali meningkat pada periode 28–29 Maret 2026.
Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kepadatan, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way nasional guna membantu kelancaran perjalanan arus balik masyarakat.
Dia juga meminta agar masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk merencanakan perjalanan guna mengurai kepadatan arus balik Lebaran.
"Kami imbau supaya mereka bisa merencanakan perjalanan dengan baik sehingga kita juga dapat mendistribusikan angkutan Lebaran dengan baik," kata Dudy.
Dengan capaian tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran ke depan dapat terus ditingkatkan demi memberikan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat di seluruh Indonesia.