Laba WIFI Melonjak Tajam Dorong Ekspansi Bisnis Telekomunikasi Digital

Rabu, 25 Maret 2026 | 18:28:51 WIB
Laba WIFI Melonjak Tajam Dorong Ekspansi Bisnis Telekomunikasi Digital

JAKARTA - Di tengah pesatnya transformasi digital di Indonesia, perusahaan penyedia infrastruktur dan layanan telekomunikasi mulai menunjukkan kinerja yang semakin impresif. 

Salah satu yang mencuri perhatian adalah emiten milik Hashim Djojohadikusumo, yakni PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, yang berhasil mencatat lonjakan laba signifikan sepanjang 2025. 

Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan strategi bisnis, tetapi juga menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang cepat dan terjangkau.

Kinerja yang melesat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor telekomunikasi, khususnya layanan berbasis fiber dan digital, tengah berada dalam fase ekspansi yang agresif. 

Dengan kombinasi inovasi teknologi dan penetrasi pasar yang semakin luas, perusahaan ini mampu memanfaatkan momentum pertumbuhan digitalisasi secara optimal.

Kinerja Laba Dan Pendapatan Melonjak Tajam

Emiten Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge membukukan laba bersih yang tumbuh 76,7% pada tahun 2025.

WIFI tercatat mencetak laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 408,55 miliar pada 2025, melonjak dari tahun 2024 sebesar Rp 230,87 miliar.

Sejalan dengan itu, pendapatan WIFI melesat tajam dengan tumbuh 147% menjadi Rp 1,65 triliun, naik dari Rp 671,85 miliar pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan yang signifikan ini menjadi indikator kuat bahwa strategi ekspansi dan diversifikasi bisnis yang dijalankan perusahaan berjalan efektif. Lonjakan pendapatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan laba juga mencerminkan adanya peningkatan skala bisnis yang cukup agresif dalam satu tahun terakhir.

Kontribusi Bisnis Telekomunikasi Dan Digital

Kinerja WIFI dikontribusi dari layanan telekomunikasi, khususnya fiber-to-the-home (FTTH) dan bandwidth sebesar Rp 1,21 triliun, dan juga kontribusi dari periklanan digital sebesar Rp 445,37 miliar.

Kombinasi dua lini bisnis ini menjadi fondasi utama pertumbuhan perusahaan. Layanan FTTH dan bandwidth menunjukkan bahwa kebutuhan akan konektivitas internet rumah terus meningkat, sementara periklanan digital memberikan sumber pendapatan tambahan yang memperkuat struktur bisnis.

Direktur Utama WIFI, Yune Marketatmo, mengungkapkan secara operasional perseroan kini telah memiliki 2,5 juta Home Pass, 1,5 juta Home Connect, serta tingkat take-up hingga 60%, menunjukkan penetrasi pasar yang semakin kuat.

Angka-angka ini menegaskan bahwa ekspansi jaringan yang dilakukan perusahaan berhasil menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus meningkatkan tingkat konversi pengguna layanan.

Ekspansi Jaringan Dan Inovasi Layanan Baru

Selain memperluas jaringan FTTH, WIFI juga mulai mengakselerasi inovasi dengan meluncurkan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1.4GHz melalui brand IRA yakni Internet Rakyat. Layanan ini diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan baru mulai 2026, melengkapi infrastruktur fiber yang sudah ada.

Manajemen melihat kombinasi integrasi jaringan fiber optik dengan distribusi nirkabel, tingginya permintaan broadband terjangkau, serta efisiensi skala sebagai faktor kunci percepatan ekspansi ke depan.

“Tahun 2025 adalah tahun yang menentukan bagi Surge, menunjukkan kinerja keuangan dan eksekusi operasional yang kuat. Menjelang tahun 2026, peluncuran platform 5G FWA IRA, Internet Rakyat kami, bersamaan dengan perluasan FTTH yang berkelanjutan, menandai titik balik penting yang akan secara signifikan mempercepat lintasan pertumbuhan kami," katanya.

Langkah inovatif ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur yang ada, tetapi juga ??????? mencari peluang baru melalui teknologi terkini guna memperluas jangkauan layanan.

Lonjakan Aset Dan Struktur Keuangan Perusahaan

Kemudian, untuk total aset WIFI melonjak menjadi Rp 15,16 triliun dari Rp 2,9 triliun. Liabilitas tercatat sebesar Rp 6,65 triliun dari sebelumnya Rp 1,93 triliun. Lalu, ekuitas melonjak menjadi Rp 8,51 triliun dari Rp 969,84 miliar.

Peningkatan signifikan pada sisi aset menunjukkan adanya ekspansi besar-besaran yang dilakukan perusahaan, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun investasi strategis lainnya. Sementara itu, kenaikan liabilitas mencerminkan adanya pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan tersebut.

Di sisi lain, lonjakan ekuitas menandakan bahwa fundamental perusahaan semakin kuat, memberikan ruang yang lebih luas untuk ekspansi lanjutan di masa depan. Struktur keuangan yang berkembang ini menjadi landasan penting bagi perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis.

Secara keseluruhan, performa PT Solusi Sinergi Digital Tbk sepanjang 2025 menunjukkan kombinasi yang solid antara pertumbuhan finansial, ekspansi operasional, serta inovasi teknologi. Dengan strategi yang terus berfokus pada penguatan jaringan dan layanan digital, perusahaan berada pada posisi yang cukup strategis untuk memanfaatkan peluang besar di era transformasi digital Indonesia.

Terkini