Danantara

Pembangunan Kompleks Haji Modern di Tanah Suci Didorong oleh Danantara

Pembangunan Kompleks Haji Modern di Tanah Suci Didorong oleh Danantara
Pembangunan Kompleks Haji Modern di Tanah Suci Didorong oleh Danantara

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah bernegosiasi dengan pemerintah Arab Saudi untuk membangun hotel khusus jemaah haji. 

Tujuannya agar Kampung Haji Indonesia di Tanah Suci dapat menampung lebih banyak jemaah setiap musim haji. Gedung hotel yang sudah dibeli saat ini diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 50.000 jemaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa Danantara juga sedang menegosiasikan lahan untuk hotel tambahan. "Kalau di Novotel, paling bisa menampung sekitar 50.000," kata Dahnil. Negosiasi ini diharapkan memperluas kapasitas dan kenyamanan jemaah Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto agar kompleks haji mampu menampung hingga 200.000 jemaah. Pemerintah juga merencanakan pembangunan fasilitas penunjang seperti pasar dan rumah sakit. Strategi ini menegaskan fokus pada kenyamanan dan kemudahan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Langkah Strategis Akuisisi Hotel

Pada tahap pertama, Danantara telah membeli sebuah Hotel Novotel di kawasan Thakher, Mekkah. Lokasinya hanya 2,5 km dari Masjidil Haram sehingga memudahkan akses ibadah jemaah. Hotel tersebut terdiri dari tiga tower dengan 1.461 kamar yang siap digunakan untuk pelayanan haji.

Selain hotel yang sudah ada, Danantara memiliki rencana pembangunan 13 tower tambahan di atas lahan seluas 5 hektar. Rencana ini juga mencakup fasilitas penunjang lainnya seperti sarana publik dan transportasi internal kompleks. "Insya Allah di bulan Januari-April kontraknya selesai," jelas Dahnil.

Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas akomodasi jemaah. Langkah ini juga memperlihatkan kemampuan Danantara dalam mengelola proyek besar di luar negeri. Kesiapan fasilitas menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan pelayanan haji.

Dukungan Arab Saudi dan Target Kapasitas

Pengembangan kompleks haji ini sejalan dengan rencana pemerintah Arab Saudi yang menargetkan daya tampung jemaah hingga 5 juta orang pada 2030. Dengan langkah ini, kuota haji Indonesia berpotensi meningkat 100–200 persen dibanding kuota normal. Tahun ini, Indonesia mendapat kuota terbesar, yakni 221.000 jemaah.

Jumlah kuota terdiri dari 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus. "Memang ini akan terus berkembang, karena kalau jemaah yang akan berangkat di sana terus bertambah," ungkap Dahnil. Strategi kapasitas ini juga mempersiapkan jemaah menghadapi pertumbuhan jumlah haji dan umrah di masa depan.

Langkah sinergis antara Danantara dan pemerintah Arab Saudi penting untuk memastikan kelancaran operasional. Penambahan kapasitas akan mendukung kenyamanan, keamanan, dan efisiensi perjalanan ibadah. Hal ini menjadi fondasi penting untuk tata kelola jemaah yang lebih profesional.

Tata Kelola dan Integritas Kompleks Haji

Dahnil menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam mengelola kompleks haji. "Kalau tidak, potensial loss-nya akan sangat besar di satu sisi, kemudian kesemrawutan juga akan terjadi," jelasnya. Integritas tinggi diperlukan agar fasilitas yang dibangun dapat berfungsi optimal.

Pengelolaan yang baik akan memastikan setiap jemaah merasa aman dan nyaman selama tinggal di kompleks. Penataan yang sistematis juga memungkinkan pelayanan haji berjalan efisien dan tertib. Langkah ini menjadi pembelajaran penting bagi penyelenggaraan haji dan umrah di masa mendatang.

Manajemen yang profesional akan membantu mengatur arus jemaah, fasilitas, dan layanan tambahan. Dengan struktur pengelolaan yang baik, jemaah dapat merasakan pengalaman ibadah lebih nyaman dan lancar. Kompleks yang terorganisir juga mendukung citra Indonesia di mata dunia.

Masa Depan Kompleks Haji Indonesia

Dengan pembangunan hotel, rumah sakit, pasar, dan fasilitas pendukung lainnya, Kampung Haji Indonesia di Mekkah semakin modern. Tambahan fasilitas ini akan meningkatkan daya tampung jemaah hingga lebih dari 500.000 orang di masa depan. 

"Tambah lagi ke depan jemaah haji kita yang akan ditampung di sana bisa lebih dari 500.000, belum lagi jemaah umrah," kata Dahnil.

Investasi dan pengembangan kompleks haji juga menjadi wujud diplomasi strategis Indonesia di Arab Saudi. Fasilitas modern akan memberikan pengalaman seperti di rumah bagi jemaah Indonesia. Upaya ini memperlihatkan komitmen pemerintah dan Danantara dalam menghadirkan pelayanan haji berkualitas.

Ke depan, kompleks haji Indonesia akan menjadi pusat pelayanan yang lengkap dan nyaman. Sinergi antara pemerintah, BPI Danantara, dan pihak Arab Saudi memastikan keberlanjutan proyek ini. Dengan rencana yang matang, jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tertata dengan baik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index