JAKARTA - Hari pertama puasa diperkirakan akan diwarnai hujan di sejumlah wilayah ibu kota.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi DKI Jakarta mengalami hujan ringan hingga sedang. Kondisi ini terjadi pada Kamis, 19 Februari, bertepatan dengan awal puasa versi pemerintah.
Menurut prakiraan cuaca BMKG di situs resminya, hujan ringan bakal terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu. Sementara Jakarta Utara dan Jakarta Barat diprediksi mengalami hujan sedang. Masyarakat diimbau menyiapkan aktivitas dengan mempertimbangkan potensi cuaca tersebut.
Wilayah penyangga ibu kota juga diperkirakan mengalami kondisi serupa. Bogor, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi diprediksi diguyur hujan ringan. Pola hujan ini menunjukkan distribusi curah hujan yang merata di kawasan sekitar Jakarta.
Faktor Atmosfer Penguat Curah Hujan
Dalam laporan prospek cuaca mingguan periode 17 hingga 23 Februari 2026, BMKG menjelaskan sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat sampai sangat lebat.
Kondisi ini dipengaruhi Monsun Asia yang masih aktif menyuplai massa udara basah ke wilayah Indonesia. Perpindahan uap air tersebut diperkuat oleh Indeks Surge yang diprediksi signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia Barat Daya Lampung, Barat Aceh, Perairan Barat Kalimantan Barat, dan Samudera Pasifik utara Papua. Sistem ini memicu pembentukan awan hujan yang lebih intensif.
BMKG menyatakan, "Dengan kelembapan udara yang juga masih tinggi, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia."
Kelembapan tinggi memperbesar peluang pembentukan awan konvektif. Awan tersebut berkontribusi pada hujan dengan intensitas beragam. Situasi ini membuat beberapa wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan.
Pengaruh Fenomena Global dan Regional
Fenomena atmosfer global turut memberi pengaruh pada kondisi cuaca nasional. Nilai SOI dan Niño3.4 menunjukkan kondisi La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain La Niña, fenomena Madden Julian Oscillation diprediksi memengaruhi atmosfer Indonesia dalam sepekan ke depan. Aktivitas MJO diprakirakan berada pada fase Indian Ocean dalam beberapa hari mendatang. Fase tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di hampir seluruh wilayah.
Interaksi berbagai sistem atmosfer ini memperkuat dinamika cuaca. Perubahan pola angin dan distribusi uap air menjadi faktor penting. Kombinasi tersebut menjelaskan meningkatnya potensi hujan pada awal Ramadan.
Kombinasi Gelombang Atmosfer Aktif
Kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuator, dan Low Frequency terpantau aktif di sejumlah wilayah. Area terdampak meliputi Samudra Hindia barat Sumatra hingga barat daya Jawa serta perairan barat Sumatra. Aktivitas tersebut juga mencakup Sumatra bagian utara hingga tengah, Selat Malaka, dan Laut China Selatan.
Gelombang atmosfer aktif turut terdeteksi di Laut Natuna, Selat Karimata, serta Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Selain itu, Samudra Pasifik utara Papua hingga timur laut Papua Nugini juga berada dalam pengaruh sistem tersebut. Keaktifan ini mendukung pertumbuhan awan hujan yang lebih luas.
Dinamika atmosfer regional memperlihatkan keterkaitan antarwilayah. Pola angin dan tekanan udara saling memengaruhi intensitas curah hujan. Situasi ini menjadi perhatian dalam pemantauan cuaca harian.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Pada periode 17 hingga 19 Februari, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Jambi. Wilayah Jawa seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur juga termasuk dalam daftar potensi tersebut.
Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua turut berpotensi mengalami kondisi serupa.
Angin kencang pada periode yang sama berpeluang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Wilayah Jawa seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga termasuk area terdampak.
Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Papua Selatan turut berpotensi mengalami angin kencang.
Memasuki 20 hingga 23 Februari, hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di Jawa Timur, Bali, dan Papua Pegunungan.
Angin kencang berpotensi melanda Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, serta Maluku bagian tenggara.
Dengan prakiraan ini, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan sekaligus menyesuaikan aktivitas selama awal Ramadan.