JAKARTA - Pergerakan kendaraan selama musim mudik dan arus balik Lebaran selalu mengalami peningkatan signifikan di berbagai daerah. Kabupaten Garut menjadi salah satu titik penting jalur selatan Jawa Barat yang dilintasi ribuan kendaraan setiap harinya.
Kepadatan lalu lintas pun menjadi tantangan tersendiri bagi aparat kepolisian dalam menjaga kelancaran perjalanan masyarakat yang pulang kampung maupun kembali ke kota asal.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan tersebut, aparat kepolisian melakukan berbagai strategi pengaturan lalu lintas. Salah satu langkah yang diterapkan adalah rekayasa sistem satu arah atau one way di sejumlah titik rawan kepadatan.
Langkah ini terbukti mampu menjaga kelancaran arus kendaraan meskipun volume lalu lintas meningkat drastis selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Lonjakan Volume Kendaraan Di Jalur Garut
Volume kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Kabupaten Garut melonjak signifikan. Tercatat lebih dari 92.000 kendaraan melintas di jalur utama pada Selasa, tetapi arus lalu lintas tetap terpantau lancar berkat rekayasa sistem satu arah atau one way.
Data menunjukkan pada Selasa malam, kendaraan dari arah Bandung menuju Garut mencapai 38.147 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 21.352 sepeda motor, 16.098 kendaraan kecil hingga sedang, serta 697 kendaraan besar seperti bus dan truk.
Lonjakan kendaraan ini menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran. Jalur Garut memang dikenal sebagai salah satu rute utama yang menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa Barat dengan kawasan selatan pulau Jawa.
Selain menjadi jalur penghubung antarkota, kawasan ini juga menjadi jalur alternatif bagi pemudik yang ingin menghindari kepadatan di jalur utama lainnya.
Arus Balik Kendaraan Lebih Tinggi
Sementara itu, arus balik dari Garut menuju Bandung tercatat lebih tinggi, yakni sebanyak 54.020 kendaraan. Perinciannya meliputi 28.680 sepeda motor, 24.643 kendaraan kecil hingga sedang, serta 697 kendaraan besar.
Tingginya jumlah kendaraan yang kembali menuju Bandung menunjukkan mulai bergeraknya arus balik setelah masyarakat merayakan Lebaran di kampung halaman.
Lonjakan volume kendaraan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di jalur selatan Jawa Barat. Sejumlah lokasi padat terpantau di kawasan Limbangan, Malangbong, Kadungora, Tarogong, hingga Leles.
Kawasan-kawasan tersebut memang kerap menjadi titik kepadatan lalu lintas karena merupakan jalur pertemuan kendaraan dari berbagai arah.
Kondisi ini membuat aparat kepolisian harus melakukan pemantauan intensif agar kemacetan tidak berlangsung terlalu lama dan perjalanan masyarakat tetap berjalan lancar.
Penerapan Sistem One Way Untuk Mengurai Kemacetan
Untuk mengantisipasi kepadatan, Satlantas Polres Garut menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way pada lokasi rawan macet. Penerapan dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Kasatlantas Polres Garut AKP Luky Martono mengatakan, strategi tersebut efektif dalam mengurai kepadatan meski volume kendaraan meningkat tajam.
“Pengaturan one way dilakukan secara bertahap dengan durasi antara 10 hingga 50 menit, tergantung kondisi kepadatan di masing-masing lokasi,” ujarnya.
Adapun penerapan one way di jalur Limbangan–Malangbong meliputi kawasan Masjid Kaum Lewo, Pasar Domba, RM Pananjung, hingga Simpang Tiga Malangbong.
Sementara di jalur Kadungora–Tarogong–Leles, rekayasa arus dilakukan di Kadungora, Tutugan Leles, hingga Simpang Empat Kubang.
Penerapan sistem satu arah ini dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan situasi lalu lintas yang terus berubah selama periode arus mudik dan arus balik.
Petugas Siaga Jaga Kelancaran Arus Lalu Lintas
Meski jumlah kendaraan mencapai puluhan ribu unit, kondisi lalu lintas secara umum tetap terkendali. Hal ini tidak lepas dari kesiapsiagaan petugas yang melakukan pengaturan arus secara dinamis di lapangan.
Petugas kepolisian terus memantau pergerakan kendaraan di berbagai titik rawan kemacetan. Jika terjadi peningkatan kepadatan, rekayasa lalu lintas segera diterapkan untuk mengurai antrean kendaraan.
Kehadiran petugas di lapangan juga membantu mengarahkan pengendara agar mengikuti jalur yang telah ditentukan selama penerapan sistem one way.
Kepolisian juga mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan arus balik.
Dengan tingginya volume kendaraan, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengutamakan keselamatan agar perjalanan berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
Keselamatan berkendara tetap menjadi prioritas utama, terutama bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh.
Dengan kerja sama antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan arus balik Lebaran dapat berlangsung tertib dan minim hambatan di sepanjang jalur Garut.