Jalur Laut Jawa-Sumatera

Menhub Pastikan Jalur Laut Jawa-Sumatera Tetap Lancar Selama Libur

Menhub Pastikan Jalur Laut Jawa-Sumatera Tetap Lancar Selama Libur
Menhub Pastikan Jalur Laut Jawa-Sumatera Tetap Lancar Selama Libur

JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan lima jalur penyeberangan laut untuk memperlancar arus transportasi Jawa-Sumatera saat Lebaran 2026.

Jalur ini dirancang untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap aman dan nyaman. Lintas tersebut mencakup Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ciwandan ke Pelabuhan PT Wijaya Karya Beton, dan Pelabuhan Ciwandan ke Pelabuhan Bakauheni.

Dudy menambahkan jalur lainnya adalah Pelabuhan BBJ Bojonegoro menuju BBJ Muara Pilu serta Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera menuju Pelabuhan Panjang.

“Dengan pengaturan ini diharapkan bisa melayani masyarakat dengan baik dan kami sudah minta Pelabuhan BBJ untuk mempersiapkan 12 unit kapal yang akan mengangkut kendaraan besar,” ujarnya. Ia memastikan kesiapan seluruh operator meniru layanan Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

Persiapan jalur penyeberangan ini juga melibatkan koordinasi antara pelabuhan dan otoritas transportasi. Tujuannya agar arus penyeberangan tidak terganggu oleh volume kendaraan dan penumpang tinggi. Strategi ini diharapkan mengurangi kemacetan di dermaga dan jalan akses pelabuhan.

Pengaturan Kapal dan Fasilitas Penumpang

Selain jalur, Menhub menekankan kesiapan kapal untuk menampung kendaraan besar dan masyarakat penyeberangan. Di Pelabuhan Ciwandan, 12 unit kapal telah disiapkan khusus untuk penumpang. “Kami memastikan kapasitas kapal sesuai permintaan masyarakat dan menghindari antrean panjang di dermaga,” kata Dudy.

Di Pelabuhan Bakauheni, pemerintah menerapkan sistem tunda untuk mengatur arus kendaraan. Sistem ini tersebar di 10 titik jalan tol dan arteri sekitar pelabuhan. Tujuannya agar pengaturan lalu lintas lebih efisien dan kendaraan tidak menumpuk di dermaga utama.

Pelabuhan BBJ Bojonegara fokus melayani truk golongan besar VIII dan IX. Sementara Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera disiapkan sebagai langkah kontingensi jika terjadi lonjakan penumpang. Langkah-langkah ini memastikan kesiapan menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026.

Dukungan Angkutan Laut Nasional

Secara nasional, angkutan laut Lebaran 2026 didukung 829 kapal dengan kapasitas 3,26 juta penumpang. Jumlah ini mencakup layanan antar-pulau dan antar-provinsi untuk mendukung mobilitas warga. Selain itu, terdapat 636 pelabuhan yang siap menampung kapal dan penumpang.

Transportasi darat juga diperkuat dengan 31.345 bus berkapasitas 1,2 juta kursi. Terminal yang tersedia terdiri dari 115 terminal tipe A dan 62 terminal tipe B. “Koordinasi antar moda transportasi ini sangat penting agar mobilitas masyarakat berjalan lancar tanpa kendala,” ujar Dudy.

Di sektor penyeberangan, tersedia 255 kapal dengan kapasitas 6,1 juta penumpang serta 770 ribu kendaraan. Prasarana penunjang meliputi 15 lintas penyeberangan dan 29 pelabuhan. Langkah ini menegaskan kesiapan pemerintah untuk mendukung mobilitas masyarakat secara maksimal.

Transportasi Udara dan Kereta Api Siap Dukung

Transportasi udara menyiapkan 392 pesawat dengan kapasitas 8,2 juta penumpang. Jumlah ini mencakup penerbangan domestik dan internasional selama periode Lebaran. Prasarana yang mendukung meliputi 257 bandar udara yang siap melayani arus penumpang tinggi.

Kereta api menyiapkan 3.821 sarana untuk angkutan penumpang. Kapasitas antarkota mencapai 3,58 juta penumpang, kapasitas regional 2,9 juta penumpang, dan kapasitas komuter 51,5 juta penumpang. Dukungannya disiapkan dengan 668 stasiun di berbagai wilayah.

Menhub menyatakan semua moda transportasi saling terintegrasi untuk menghindari kepadatan. “Koordinasi antar moda transportasi menjadi kunci agar masyarakat bisa mencapai tujuan dengan aman dan nyaman,” kata Dudy. Ia menekankan pentingnya kesiapan seluruh operator dan petugas di lapangan.

Antisipasi dan Kontingensi

Selain persiapan rutin, pemerintah menyiapkan langkah kontingensi menghadapi lonjakan penumpang. Hal ini termasuk pengaturan lalu lintas di dermaga dan kesiapan kapal cadangan. Tujuannya agar semua arus mudik dapat berjalan lancar dan aman.

Menhub juga meminta setiap pelabuhan memiliki sistem pengaturan antrian dan prioritas untuk kendaraan besar. Strategi ini akan mengurangi risiko kemacetan di pelabuhan utama. “Dengan pengaturan yang baik, kami optimistis arus mudik akan lebih lancar dibanding periode sebelumnya,” tegas Dudy.

Kesiapan pemerintah dalam menghadapi Lebaran 2026 mencakup seluruh moda transportasi. Pengaturan jalur, kesiapan kapal, prasarana darat, udara, dan rel kereta api saling mendukung. Masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu selama arus mudik dan balik.

Harapan Menhub Untuk Mobilitas Masyarakat

Melalui langkah-langkah ini, Menhub berharap masyarakat dapat merasakan kenyamanan transportasi saat Lebaran. Semua persiapan dan antisipasi dibuat untuk mengurangi risiko keterlambatan dan kepadatan di jalur utama. “Prinsipnya, pelayanan masyarakat harus maksimal dan semua moda siap mendukung,” ujar Dudy.

Koordinasi antara pusat, operator, dan daerah menjadi faktor penting keberhasilan. Dengan sinergi yang baik, arus mudik dan balik Lebaran dapat berlangsung tertib. Pemerintah optimistis strategi ini mampu memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar dan aman sepanjang periode Lebaran 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index