CIMB Niaga

CIMB Niaga Catat Laba Bersih Konsolidasi Rp6,93 Triliun 2025

CIMB Niaga Catat Laba Bersih Konsolidasi Rp6,93 Triliun 2025
CIMB Niaga Catat Laba Bersih Konsolidasi Rp6,93 Triliun 2025

JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) berhasil mempertahankan kinerja positifnya sepanjang 2025, mencetak pertumbuhan laba tipis dibandingkan tahun sebelumnya. 

Laporan keuangan perseroan menunjukkan peningkatan laba bersih yang mencerminkan stabilitas operasi, efisiensi biaya, dan pertumbuhan kredit di tengah dinamika pasar perbankan Indonesia. 

Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi CIMB Niaga sebagai salah satu bank komersial yang mampu menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat intermediasi keuangan.

Pendapatan bunga yang meningkat, beban operasional yang menurun, dan pertumbuhan dana murah (CASA) menjadi faktor kunci yang menopang laba perseroan. Dengan fokus pada pengelolaan risiko kredit dan efisiensi operasional, CIMB Niaga menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja fundamentalnya.

Kinerja ini juga menjadi sinyal positif bagi investor, regulator, dan nasabah, bahwa bank mampu menyeimbangkan pertumbuhan aset, likuiditas, dan profitabilitas secara berkelanjutan, termasuk dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi makro dan kompetisi sektor perbankan.

Kinerja Laba Bersih dan Operasional Bank

Sepanjang 2025, CIMB Niaga mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp6,93 triliun, meningkat 0,53% dari Rp6,9 triliun pada 2024. Laba tahun berjalan sebelum pajak tercatat Rp8,82 triliun atau naik 1,11% YoY.

Pendapatan bunga perseroan mencapai Rp24,67 triliun, naik 1,83% dari Rp24,24 triliun pada tahun sebelumnya. Setelah dikurangi beban bunga sebesar Rp11,19 triliun, pendapatan bunga bersih tercatat Rp13,48 triliun, tumbuh 1,58% YoY.

Beban operasional selain bunga bersih menurun 4,28% YoY menjadi Rp4,69 triliun, dari sebelumnya Rp4,90 triliun, sehingga laba operasional meningkat 5,02% YoY dari Rp8,36 triliun menjadi Rp8,78 triliun. Sementara laba nonoperasional menurun dari Rp365,81 miliar menjadi Rp43,24 miliar akibat penyusutan pendapatan nonoperasional lainnya.

Pertumbuhan Kredit dan Pembiayaan

Fungsi intermediasi CIMB Niaga menunjukkan pertumbuhan kredit sebesar 8,87% YoY, dari Rp167,71 triliun menjadi Rp182,59 triliun. Pembiayaan syariah mengalami penurunan dari Rp60,29 triliun menjadi Rp55,72 triliun, sehingga total kredit dan pembiayaan naik 4,5% YoY menjadi Rp238,3 triliun.

Pertumbuhan ini mencerminkan fokus bank dalam memperkuat portofolio kredit komersial dan ritel sekaligus menjaga kualitas aset. Strategi selektif dalam menyalurkan pembiayaan turut mendukung stabilitas laba dan pengelolaan risiko.

Selain itu, perseroan mempersiapkan target penyaluran kredit tahun 2026 dengan strategi diversifikasi portofolio dan optimalisasi dana murah untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pemangku kepentingan terkait ekspektasi pertumbuhan bank di tahun mendatang.

Penghimpunan Dana dan CASA

Dana pihak ketiga (DPK) CIMB Niaga tumbuh 3,79% YoY dari Rp260,64 triliun menjadi Rp270,52 triliun sepanjang 2025. Rinciannya, simpanan giro tercatat Rp103,08 triliun, tabungan Rp86,38 triliun, dan deposito Rp81,06 triliun.

Dana murah atau CASA perseroan tercatat Rp189,5 triliun, naik 10,1% YoY, yang meningkatkan likuiditas dan efisiensi biaya pendanaan. Rasio CASA mencapai 70,0%, menjadi salah satu indikator pengelolaan likuiditas yang sehat.

Kombinasi pertumbuhan DPK dan proporsi CASA yang tinggi membantu CIMB Niaga menjaga margin bunga bersih, mendukung pembiayaan, dan memitigasi risiko likuiditas di tengah volatilitas pasar. Pengelolaan dana murah yang efisien menjadi faktor penting dalam mempertahankan profitabilitas bank.

Indikator Kinerja Keuangan Lainnya

Sepanjang 2025, CIMB Niaga membukukan return on equity (ROE) sebesar 13,0%, cost to income ratio 45,9%, dan cost of credit 0,74%. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 24,8% dengan gross NPL 1,81%, menunjukkan kualitas aset yang tetap sehat dan pengelolaan risiko yang terkendali.

Performa CAR yang tinggi dan NPL rendah mencerminkan manajemen risiko kredit yang disiplin, sekaligus memastikan bank tetap berada pada level kecukupan modal yang memadai sesuai regulasi OJK.

Kinerja fundamental ini memberikan kepercayaan kepada investor, regulator, dan nasabah bahwa CIMB Niaga mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas aset dalam jangka panjang, sekaligus mempersiapkan ekspansi dan inovasi layanan perbankan di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index