Kemendag

Kemendag Tingkatkan Daya Beli Lewat Diskon Ramadan dan Lebaran 2026

Kemendag Tingkatkan Daya Beli Lewat Diskon Ramadan dan Lebaran 2026
Kemendag Tingkatkan Daya Beli Lewat Diskon Ramadan dan Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Kemendag mengambil langkah proaktif untuk memacu aktivitas belanja masyarakat.

Program diskon yang digelar bertujuan mempermudah konsumen memenuhi kebutuhan harian sekaligus mendorong perputaran ekonomi. Skema ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, meninjau langsung berbagai skema diskon di ritel modern. Ia mengamati potongan harga yang ditawarkan untuk berbagai produk kebutuhan sehari-hari. “Kami hari ini mengunjungi salah satu ritel modern, dan kami melihat berbagai macam skema diskon yang ditawarkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Skema Diskon untuk Memudahkan Konsumen

Kemendag bekerja sama dengan asosiasi distributor menghadirkan beberapa program promosi. Di antaranya adalah Belanja di Indonesia Aja (BINA) dan Friday Mubarak. Program ini memberikan potongan harga signifikan untuk produk kebutuhan pokok dan gaya hidup masyarakat.

Friday Mubarak berlangsung setiap akhir pekan hingga akhir Maret. Potongan harga sekitar 40–50 persen tersedia untuk beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya. Paket berbuka dan sahur juga disiapkan agar konsumen lebih mudah memenuhi kebutuhan selama Ramadan.

Program BINA Lebaran hadir di lebih dari 400 pusat perbelanjaan. Diskon besar hingga 70–80 persen ditawarkan untuk produk fesyen dan gaya hidup. Tujuannya agar masyarakat dapat berbelanja kebutuhan Lebaran dengan lebih hemat dan menyenangkan.

Pemantauan Harga Bahan Pokok Tetap Prioritas

Selain meninjau diskon, Roro juga memantau harga sejumlah komoditas pangan. Ia menyebut secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil. “Alhamdulillah harga bahan pokok yang kami pantau masih stabil. Kemarin saat di pasar tradisional kami melihat hanya cabai rawit yang sedikit mengalami kenaikan, sementara komoditas lain masih berada dalam harga acuan,” jelasnya.

Harga cabai rawit merah tercatat sekitar Rp56 ribu per kilogram, cabai merah Rp54 ribu per kilogram, dan cabai hijau Rp73 ribu per kilogram. 

Bawang merah sekitar Rp41 ribu per kilogram, bawang putih Rp23 ribu per kilogram, dan beras program SPHP Rp65.500 per kemasan. Daging rendang beku dijual sekitar Rp130 ribu per kilogram, sedangkan ayam beku berkisar antara Rp53 ribu hingga Rp64 ribu per kilogram.

Kemendag memastikan harga tetap terkendali agar masyarakat dapat berbelanja dengan aman. Pemantauan harga ini merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas pasar menjelang Lebaran.

Manfaat Ekonomi dari Program Diskon

Program diskon yang digelar Kemendag diharapkan meningkatkan daya beli masyarakat. Konsumen terdorong untuk membeli kebutuhan harian di ritel modern. Hal ini memberikan efek berganda bagi pelaku usaha dan distribusi barang di berbagai daerah.

Roro menekankan pentingnya paket promosi yang sesuai kebutuhan masyarakat. Paket berbuka dan sahur memungkinkan konsumen membeli dengan praktis sekaligus hemat. Aktivitas belanja ini juga memacu perputaran ekonomi lokal yang berdampak positif pada sektor perdagangan.

Diskon besar untuk produk fesyen dan gaya hidup juga memberi peluang pelaku usaha menjual stok lebih cepat. Banyak konsumen memanfaatkan program BINA untuk membeli pakaian Lebaran. Dengan demikian, kegiatan ekonomi tetap bergerak lancar selama Ramadan dan Idulfitri.

Antusiasme Konsumen dan Respons Pelaku Usaha

Roro mengamati tingginya antusiasme masyarakat di ritel modern. Banyak konsumen memanfaatkan potongan harga untuk membeli kebutuhan bulanan. Hal ini menunjukkan efektivitas program diskon dalam mendorong kegiatan ekonomi.

Pelaku usaha mendapatkan manfaat dari meningkatnya transaksi. Produk laku lebih cepat dan interaksi dengan konsumen menjadi lebih intens. “Harapannya dengan skema diskon seperti ini bisa memicu masyarakat untuk berbelanja dan memberikan multiplier effect bagi perekonomian,” jelasnya.

Program diskon juga mendorong ritel modern menyiapkan paket-paket kreatif. Dengan strategi ini, konsumen tertarik berbelanja sekaligus menambah nilai pengalaman belanja. Sektor perdagangan pun tetap kompetitif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Koordinasi untuk Stok dan Stabilitas Harga

Kemendag terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Pangan Nasional. Tujuannya menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok. Langkah ini memastikan masyarakat dapat berbelanja kebutuhan Ramadan dengan aman dan nyaman.

Pemantauan harga dan ketersediaan barang dilakukan secara rutin. Hal ini untuk mencegah kenaikan harga mendadak dan kelangkaan pasokan. Dengan cara ini, program diskon bukan hanya meringankan masyarakat, tetapi juga menjaga kelancaran perekonomian menjelang Lebaran.

Roro menegaskan bahwa keberhasilan program diskon tergantung pada partisipasi seluruh pihak. Konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah daerah harus bersinergi. “Dengan kerja sama ini, kita berharap masyarakat bisa menikmati Ramadan dan Lebaran dengan lebih mudah dan menyenangkan,” tutupnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index